Nasirun hingga JICAF, Galeri Jakarta Ramai Lagi

by -2 Views
banner 468x60

TrendsBanten mencatat pertengahan September 2026 menjadi periode yang ramai bagi pencinta seni rupa di Jakarta. Galeri Nasional Indonesia sedang menggelar pameran penghormatan untuk Nasirun, sementara Jakarta Illustration & Creative Arts Fair atau JICAF 2026 resmi dimulai pada 17 September. Agenda seni juga berlanjut menuju Art Jakarta pada awal Oktober dengan 75 galeri dari berbagai kota di Asia.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa galeri kini tidak lagi hanya menjadi tempat melihat karya. Pameran berkembang menjadi ruang pertemuan seniman, kolektor, komunitas, industri kreatif, hingga masyarakat yang baru mulai mengenal seni.

banner 336x280

Pameran Nasirun Jadi Penghormatan Terakhir

Galeri Nasional Indonesia membuka pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” sejak 13 September. Pameran berlangsung di Gedung A sampai 11 Oktober 2026.

Acara ini memiliki konteks khusus karena dipersembahkan sebagai penghormatan terhadap perjalanan artistik Nasirun. Galeri Nasional menjelaskan bahwa pameran sekaligus berusaha mewujudkan salah satu keinginan sang seniman yang belum sempat terlaksana, yakni berpameran bersama sosok-sosok yang ia anggap sebagai guru.

Empat kurator terlibat dalam penyusunannya: Aminudin TH Siregar, Agung Hujatnikajennong, Citra Smara Dewi, dan Dio Pamola Chandra. Pendekatan kuratorial tersebut membuat pameran tidak hanya menampilkan karya sebagai objek visual, tetapi juga menempatkan perjalanan Nasirun dalam hubungan dengan generasi seniman lain.

Pengunjung dapat melihat pameran pada Selasa hingga Kamis pukul 10.00–18.00 WIB. Pada Jumat sampai Minggu, ruang galeri buka lebih panjang hingga pukul 20.00 WIB. Senin menjadi hari tutup.

Melalui Galeri Nasional, pengunjung juga dapat memeriksa jadwal sebelum datang karena sebagian ruang memiliki status operasional berbeda.

Pameran Tetap Sedang Tutup Sementara

Ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung. Pameran tetap Galeri Nasional di Gedung B lantai dua masih tutup sementara sejak 25 Agustus karena pemeliharaan ruang.

Artinya, pengunjung yang datang pada September sebaiknya tidak menganggap seluruh ruang Galeri Nasional beroperasi seperti biasa. Pameran temporer Nasirun tetap berlangsung, tetapi area koleksi tetap sedang menjalani pemeliharaan.

Harga tiket reguler yang tercantum saat ini berada di Rp25.000 untuk pelajar dan mahasiswa, Rp50.000 bagi pengunjung dewasa, serta Rp150.000 untuk warga negara asing. Pemegang KITAS dikenai tarif Rp50.000. Harga dan ketentuan kunjungan tetap sebaiknya diperiksa ulang sebelum keberangkatan.

Situasi tersebut justru membuat pameran temporer menjadi daya tarik utama Galeri Nasional selama beberapa pekan ke depan.

JICAF 2026 Dibuka Mulai Hari Ini

Agenda seni Jakarta semakin ramai dengan dimulainya Jakarta Illustration & Creative Arts Fair 2026 pada 17 September. JICAF berlangsung hingga 4 Oktober di Agora dan membawa format yang lebih dekat dengan ilustrasi, karakter, desain, dan industri kreatif populer.

Penyelenggara mencantumkan 20 highlighted artists, 40 SPARKS artists, serta 70 official artists. Nama yang tampil antara lain Dinda Puspitasari, BAZBON, Floatya, NOMA, SATHAR, Jaekwang Park, dan Yoon Je An.

Format acaranya juga berbeda dari pameran seni konvensional. Program mencakup live drawing, meet the artist, workshop, pertunjukan, special drop, hingga kegiatan industri. Pada akhir pekan pertama, beberapa seniman dijadwalkan membuat karya secara langsung di area acara.

Pendekatan seperti ini membuat galeri terasa lebih interaktif. Pengunjung tidak hanya melihat karya yang sudah selesai, tetapi juga dapat menyaksikan proses menggambar dan bertemu langsung dengan kreatornya.

Informasi jadwal harian dapat dipantau melalui JICAF 2026 karena program berbeda pada setiap hari penyelenggaraan.

Ilustrasi Mulai Terhubung dengan Industri

JICAF juga menggambarkan perubahan posisi ilustrator dalam ekonomi kreatif.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya mencatat JICAF 2026 menerima sekitar 800 proposal dari 27 negara, yang kemudian diseleksi menjadi sekitar 100 peserta pameran. Pemerintah melihat ilustrasi semakin terhubung dengan musik, gim, merchandise, intellectual property, hingga kolaborasi merek.

Rencana pengembangannya mencakup IP Pavilion untuk menampilkan karya yang dapat dilisensikan serta business matching antara seniman dan calon mitra industri.

Kondisi tersebut memperluas fungsi pameran. Karya tidak berhenti sebagai objek pajangan, tetapi bisa berkembang menjadi karakter, produk, desain kemasan, gim, ataupun aset komersial lainnya.

Bagi ilustrator muda, perubahan ini membuka jalur karier yang lebih beragam dibanding hanya menjual karya orisinal.

Jakarta Biennale Ikut Mengisi Kalender Seni

Agenda seni September juga mencakup Jakarta Biennale 2026 yang tercatat berlangsung pada 16 September. Kementerian Ekonomi Kreatif menggambarkan kegiatan tersebut sebagai ruang seni rupa kontemporer yang membahas persoalan sosial, budaya, dan kehidupan kota melalui instalasi, pameran, diskusi, serta program publik.

Keberadaan Biennale memberi karakter berbeda dibanding JICAF.

JICAF lebih dekat dengan ilustrasi serta industri kreatif populer, sedangkan biennale umumnya memberi ruang lebih besar bagi pendekatan konseptual dan isu sosial.

Variasi tersebut membuat kalender galeri Jakarta tidak terasa seragam. Pengunjung dapat memilih pengalaman visual berdasarkan minat, mulai dari ilustrasi yang mudah dinikmati sampai karya kontemporer yang membutuhkan pembacaan lebih dalam.

Art Jakarta Menunggu pada Awal Oktober

Kesibukan belum berhenti setelah September.

Art Jakarta akan menggelar VIP preview dan vernissage pada 2 Oktober, kemudian membuka public days pada 3–4 Oktober di JIExpo Kemayoran. Penyelenggara mencatat 75 galeri dari berbagai wilayah Asia akan ikut serta.

Daftarnya mencakup galeri dari Jakarta, Kuala Lumpur, Hong Kong, Taipei, Tokyo, hingga Los Angeles. Skala tersebut membuat Art Jakarta lebih dekat dengan pasar seni regional, tempat galeri, kolektor, seniman, dan institusi bertemu dalam satu arena.

Rangkaian Nasirun, JICAF, Jakarta Biennale, dan Art Jakarta akhirnya menunjukkan keragaman ekosistem seni Jakarta.

September 2026 bukan hanya ramai karena banyaknya pameran, tetapi juga karena formatnya semakin beragam. Ada penghormatan terhadap seniman senior, ilustrasi yang terhubung dengan industri, karya kontemporer berbasis isu, hingga art fair yang mempertemukan puluhan galeri Asia.

Bagi pengunjung, jadwal tersebut memberi kesempatan menikmati dunia seni tanpa harus memahami seluruh teori seni rupa terlebih dahulu. Kuncinya tinggal memilih acara yang paling sesuai dengan minat dan memeriksa jadwal resmi sebelum datang karena jam kunjungan, tiket, serta program dapat berubah.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.